cinta seandainya sesuai harap mimpiku
tak lalai rintikan nama seorang
mengejar dalam ketingalan yang jauh
ungkapan yang dulu tak pernah bisa di ucap
titik embun disetiap pagi
meski aku tak sempurna bagai bunga
juga rumput hijau di bukit ini
aku yang tak mengerti kenyataan
panah. menancap berbagainya dalam dadaku
mengujat jantung nadiku
bentuk bayang-bayang dirimu
untuk menyadarinya sungguh membuatku keki
hadirmu tak lagi untukku
yang tak pantas memiliki
hidupku hanya berangan
tak untuk menjadi nyata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar